Powered By Blogger

Rabu, 08 Juni 2011

Sang Supir = Sang Trainer

Senin kemarin saya Sengaja “mengistirahatkan” driver yang selama ini setia
menemani saya. Setelah jadwal training yang begitu padat saya khawatir ia
jatuh sakit. Untuk memulihkan stamina, ia saya bebaskan mengantar saya. Hari
itu, saya menggunakan jasa taxi, Blue Bird.

Begitu saya naik taxi sang driver menyapa dengan kata-kata yang lembut dan
bahasa tubuh yang mengesankan. Semakin saya ajak ngobrol, saya semakin
“jatuh cinta” dengan driver itu. Dalam hati saya bergumam, “Pasti ada
sesuatu di dalam diri driver ini sehingga pribadinya begitu mempesona.  Saya
ingin banyak belajar dengan driver ini.”

Agar punya kesempatan yang lebih luas untuk ngobrol, driver ini saya ajak
makan siang di salah satu restoran kesukaan saya di Bogor. Awalnya dia
menolak, tetapi setelah saya “paksa” akhirnya ia bersedia menemani saya.
Ketika saya tanya mau pesan apa, dia menjawab, “Terserah bapak.” Driver itu
saya pesankan menu sama persis dengan pesanan saya: Sate kambing tanpa lemak
dan sop kambing, masing-masing satu mangkok.

Sebelum makan saya bertanya, “Tinggal dimana?” 
Dia menjawab, “Balaraja,Tangerang.”
“Berapa jam perjalanan ke pool?” sambung saya. 
Diapun menjawab,“Empat jam.” 
Saya terkejut, “Hah! Empat jam? Pergi pulang delapan jam. Kenapa gak nginep saja di pool?” 
Dia segera menjawab, “Saya harus menjaga ibu saya.”

“Menjaga ibu?” batinku. Bagaimana mungkin menjaga ibu, sampai rumah jam 23.30 berangkat kerja jam 03.30 dini hari? Untuk mengurangi rasa penasaran, kemudian saya bertanya lagi, “Bukannya sampai rumah ibu sudah tidur, berangkat ibu belum bangun?”

Dengan agak terbata dia menjawab, “Setiap saya berangkat ibu sudah bangun. Saya hanya ingin mencium tangan ibu setiap pagi sebelum berangkat kerja, sambil berdoa semoga saya bisa membahagiakan ibu.” 
Jawaban itu menusuk sanubariku, hanya sekedar mencium tangan ibu dan mendoakannya ia rela
menempuh perjalanan delapan jam setiap hari. Sayapun ke belakang sejenak menghapus air mata yang mengalir di pipi.

Kemudian saya bertanya lagi, “Apa yang kamu lakukan untuk membahagiakan ibu?” 
Dengan lembut ia menjawab, “Saya sudah daftarkan umroh di kantor.”

“Maksudnya?” seru saya.
Ia menjawab, “Kalau saya berprestasi dan tidak pernah mangkir kerja, saya berpeluang mendapat hadiah umroh dari kantor. Bila saya menang, hadiah umroh itu akan saya berikan kepada ibu tercinta.”

Mendengar jawaban itu saya menarik napas panjang.
Dengan nada agak bergetar ia melanjutkan, “Setiap hari saya pulang agar bisa mencium tangan ibu dan
mendoakannya agar ia bisa pergi umroh. Saya benar-benar ingin membahagiakan ibu saya.” 
Mendengar jawaban itu, haru dan malu bercampur menjadi satu. Air matapun mengalir deras di pipiku. Malu karena pengorbananku untuk ibuku kalah jauh dengan driver taxi ini.

Bila selama ini saya yang membuat peserta training berkaca-kaca. Hari ini Asep Setiawan, driver taxi itu, yang membuatku menangis tersedu. Dia telah menjadi trainer dalam kehidupanku. Ya, Asep Setiawan telah menjadi
trainerku… bukan melalui kata-katanya tetapi melalui tindakannya.
CARA MENGHADAPI STRESS

Pertama-tama, anda harus belajar mengenali stres:Gejala-gejala stres mencakup mental, 
sosial dan fisik. Hal-hal ini meliputi kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan,
sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan. Melepaskan diri dari alkohol,
narkoba, atau perilaku kompulsif lainnya sering merupakan indikasi-indikasi dari gelaja stres. 
Perasaan was-was, frustrasi, atau kelesuan dapat muncul bersamaan dengan stres. 

Jika anda merasa stres mengaruhi pelajaran anda,
langkah pertama adalah mencari bantuan melalui pusat koseling di sekolah anda.
Manajemen stres adalah kemampuan untuk mengendalikan diri ketika situasi, orang-orang, 
dan kejadian-kejadian yang ada memeberi tuntutan yang berlebihan. 
Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatur stres anda? Strategi-strategi apa yang ada?
Perhatikan lingkunga sekitar anda
Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi tersebut.
Belajarlah cara terbaik untuk merelaksasikan diri andaMeditasi dan latihan pernafasan telah terbukti efektif dalam mengendalikan stress. Berlatihlah untuk menjernihkan pikiran anda dari pikiran-pikiran yang menggangu.
Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekanBeri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya untuk beberapa saat setiap hari.Tentukan tujuan yang realistis bagi diri anda sendiriDengan mengurangi jumlah kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup anda, anda akan dapat mengurangi beban yang berlebihan.
Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele
Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.
Jangan membebani diri anda secara berlebihan
dengan mengeluh mengenai seluruh beban kerja anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya, atau tangani secara selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.
Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi
Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.
Ubahlah cara pandang anda
Belajarlah untuk mengenali stress. Tingkatkan reaksi tubuh anda dan buatlah pengaturan diri terhadap stress.
Hindari reaksi yang berlebihan;
Mengapa harus membenci jika sedikit tidak suka sudah cukup? Mengapa harus merasa bingung jika cukup dengan hanya merasa gugup? Mengapa harus mengamuk jika marah saja sudah cukup? Mengapa harus depresi ketika cukup dengan merasa sedih?
Lakukan sesuatu untuk orang lain
Untuk melepaskan pikiran dari masalah anda sendiri.
Tidur secukupnya
Kurang istirahat hanya akan memperburuk stress.
Hindari stressDengan kegiatan-kegiatan fisik, misalnya jogging, tennis ataupun berkebun.
Hindari pengobatan diri sendiri atau menghindar
Alkohol dan obat-obatan dapat menyembunyikan stres. Namun tidak dapat membantu memecahkan masalah.
Tingkatkan ketahanan diri anda
Yang harus digarisbawahi dari manajemen stress adalah ?Saya membuat diri saya sendiri sedih?.
Cobalah untuk ?memanfaatkan? stress
Jika anda tidak dapat melawan apa yang mengganggu anda,dan anda tidak dapat menghindar darinya, berjalanlah seiring dengannya dan cobalah untuk memanfaatkannya secara produktif.
Cobalah untuk menjadi seseorang yang positif
Tanamkan pada diri anda bahwa anda dapat mengatasi segala sesuatu dengan baik 
daripada hanya memikirkan betapa buruknya segala sesuatu yang terjadi. ?
Stress sebenarnya dapat membantu ingatan, terutama pada ingatan 
jangka pendek dan tidak terlalu kompleks. Stress dapat menyebabkan 
peningkatan glukosa yang menuju otak, yang memberikan energi lebih pada neuron. 
Hal ini, sebaliknya, meningkatkan pembentukan dan pengembalian ingatan. 
Di sisi lain, jika stress terjadi secara terus-menerus, 
dapat menghambat pengiriman glukosa dan mengganggu ingatan.?